DIBALIK MINUMAN BERSODA

Siapa yang tidak suka minuman bersoda?rasanya yang segar dan  sensasi “menggigit”  dimulut membuat minuman ini sangat digemari di semua wilayah dunia. Sebut saja merek Coca cola, Sprite dan fanta yang telah mendunia. Bukan hanya produk Coca cola Company yang menawarkan minuman bersoda yang menyegarkan. Dewasa ini kehadiran minuman ekstrak buah berkarbonasi bahkan kopi berkarbonasi dapat dengan mudah dijumpai di pasaran.

http://www.wisegeek.com/what-is-a-carbonated-beverage.htm#lbimages

What is sparkling Beverage ?

Minuman bersoda (sparkling beverage) secara harfiah berarti minuman berkarbonasi, yaitu minuman yang mengandung karbondioksida. Di kalangan masyarakat Indonesia minuman bersoda lebih dikenal dengan istilah Soft Drink. Soda (H2CO3) mengandung 2 unsur utama yaitu air dan gas karbondioksida. air soda dibuat dengan melarutkan gas karbondioksida kedalam air dengan tekanan tinggi sehingga gas karbondioksida akan membentuk asam karbonat. asam karbonatlah yang akan menyebabkan sensasi menggigit saat minuman bersoda diminum. Sensasi menggigit tersebut  diikuti reaksi keluarnya buih pada minuman bersoda ketika dituang  ke gelas. Buih tersebut terjadi  karena proses pelepasan kandungan karbondioksida yang terlarut dalam air.

Soda pertama kali ditemukan tahun 1977 oleh seorang ilmuwan Inggris yaitu Joseph Priestley. Priestley berhasil menciptakan  suatu proses untuk menghasilkan air mineral berkarbonasi dengan cara mencampurkan air destilasi dengan gas karbondioksida. Penemuan ini kemudian disempurnakan oleh ilmuwan Inggris setelah Priestley yaitu John Mervin Nooth yang sekaligus membuat alat untuk memproduksi air soda dan menjualnya secara komersial di bidang farmasi.

Is There Any Nutrient in Sparkling Beverage?

Umumnya aneka minuman bersoda tidak memiliki kandungan gizi dan nilai gizi. kandungan yang paling banyak adalah kadar gula tinggi, lebih asam, dan memiliki kandungan pengawet dan perasa.  Minuman borsoda yang mengklaim bebas gula atau zero sugar kemungkinan besar menggunakan pemanis buatan sebagai pengganti gula.

Tidak ada zat gizi penting yang terkadung dalam air soda kecuali energi. kalori yang dihasilkan dari minuman bersoda sangat besar.  dalam 300 ml minuman bersoda paling tidak mengandung kalori yang setara dengan 7-9 sendok gula pasir. Sedangkan kebutuhan tubuh terhadap gula setiap harinya hanya 2-3 sendok. Dapat dibayangkan berapa banyak kalori yang dihasilkan  bila minuman bersoda dikonsumsi setiap saat.

Selain Gula, minuman bersoda juga memiliki keasaman yang rendah, yaitu sekitar 2,5 – 3,5. Sementara tubuh kita memiliki keasaman 6,9 – 7,4  sehingga ketika kita mengkonsumsi minuman bersoda, tubuh akan berusaha menetralkan dengan cara mengambil kalsium dalam tubuh kita. Akibatnya cadangan kalsium dalam tubuh akan berkurang.

Kafein juga sering ditambahkan dalam minuman bersoda dengan tujuan agar penikmat soda tidak mengantuk. Terlalu banyak mengkonsumsi kafein dapat menyebabkan penyakit jantung Koroner. bahan lain yang terkandung dalam minuman bersoda adalah pengawet sodium benzoat. Penggunaan Sodium benzoat umumnya mencapai 2000 mg/kg. Belum lagi bahan tambahan lainnya yaitu pewarna dan perisa sintetis.

Kebiasaan minum soda dilakukan saat minuman dingin dibawah suhu 370 C. Sementara tubuh saat mengkonsumsi berada pada suhu tubuh normal. Kolaborasi suhu tubuh dan suhu air tersebut akan menghambat kinerja enzim dan memberi tekanan pada sistem pencernaan. Hal ini mengakibatkan jumlah makanan  masuk yang dicerna menjadi lebih sedikikt dari yang seharusnya.

The Adverse Effect Of Sparkling Beverage

Secara rinci, berikut adalah bahaya minuman bersoda:

1. Meningkatkan Obesitas

Kandungan gula dalam minuman bersoda 2-3 kali lipat dari jumlah kebutuhan tubuh terhadap gula. Dengan kenyataan ini tidak heran bila dikatakan bahwa minuman bersoda ikut bertanggung jawab terhadap kenaikan berat badan para penikmat minuman bersoda

2. Menyebabkan penyakit Degeneratif

Kandungan gula yang tinggi dapat memicu penyakit diabetes, sedangkan kandungan kafein yang tinggi dapat memicu penyakit jantung. Keberadaaan pengawet dan pewarna sintetis dapat memicu terjadinya kanker.

3. Mempercepat Ostoeporosis

Rendahnya pH minuman bersoda membuat tubuh harus mentralisasi untuk menyesuaikan dengan pH tubuh.  Untuk proses tersebut, tubuh harus mengeluarkan cadangan kalsium dalam tubuh. Kekurangan kalsium akan menyebabkan tulang mengalami ostoeporosis. selain itu, keberadaan asam fosfat dalam tubuh juga dapat melarutkan kalsium dalam tulang sehingga tulang akan kehilangan kepadatannya

4.Mengganggu Fungsi Ginjal

Kalsium yang menetralisasi keasaman minuman bersoda ikut terlarut dalam darah dan sulit dicerna oleh tubuh. Hal ini menyebabkan kalsium tertimbun dalam ginjal hingga dapat menimbulkan resiko batu ginjal. Selain itu, kandungan asam fosfat, zat pewarna dan pengawet yang berlebihan  juga dapat merusak ginjal

5.Merusak Gigi

Kandungan gula yang tinggi dapat menyebabkan karies gigi. Komponen asam dalam minuman bersoda juga dapat merusak email gigi.

6. Mengandung Bahan beracun

Soda juga mengandung zat lain yang dapat dikategorikan sebagai racun, yaitu flame retardant. Flame ratardant adalah bahan kimia pencegah kebakaran yang digunakan dalam termoset, termoplastik, tekstil, pelapisan dan minuman soda. Flame retardant terdaftar sebagai BVO (Brominated Vegetable Oil) yang berfungsi mencegah perisa buatan terpisah adri cairan secara keseluruhan.  Bila mengkonsumsi zat tersebut secara berlebihan  dapat menyebabkan keracunan bromida yang ditandai dengan hilangnya ingatan, gangguan syaraf dan perubahan abnormal pada kulit

7. Memiliki Sifat diuretik

Soda memiliki sifat diuretik, yaitu membuat cairan dalam tubuh banyak keluar melalui urine. tubuh akan banyak kehilangan cairan atau dehidrasi  jika tidak dibarengi dengan konsumsi air putih yang banyak.

8. Mengurangi kesuburan

Hasil penelitian oleh imai et al tahun 2010 menemukan bahwa kandungan kafein pada minuman bersoda dapat mengurangi kesuburan sel sperma dan ovum. Erika Tabke dalam salah satu resensinya juga mengungkap hasil penelitian bahwa kesuburan sperma penikmat minuman bersoda berbanding terbalik dengan jumlah minuman bersoda yang dikonsumsi.

So,……masih mau minum minuman bersoda?????

Sebagian besar isi artikel ini disalin dari Tabloid Koki Edisi 00239 Oktober 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s