Mengenal Bumbu dan Rempah

berapa banyak diantara bunda yang bisa membedakan rempah kencur dan jahe, atau jeruk purut dan jeruk limau? Syukurlah jika bunda bisa membedakannya. Harus diakui  kegiatan memasak memang semakin sulit dilakukan para perempuan yang sibuk bekerja diluar rumah, sehingga pengenalan terhadap bumbu dapur pun kurang maksimal.

Ada puluhan jenis rempah yang dipakai untuk masakan Indonesia. belum lagi aneka bumbu mancanegara. biar lebih bisa, yuk kita intip aneka bumbu dan rempah,… tapi sebelum itu, kita kenali beda bumbu dan rempah dulu ya,…:)

BEDA BUMBU DAN REMPAH

Secara fungsional, bumbu dan rempah artinya sama karena sama-sama memberikan rasa dan aroma yang khas pada makanan. Bedanya, rempah adalah  istilah untuk masing-masing jenis bahan yang berasal dari tanaman, sedangkan bumbu adalah istilah untuk ramuan dari beberapa rempah untuk pemberi rasa dan aroma pada masakan.Yang termasuk bumbu bukan saja rempah (yang berasal dari bagian tanaman baik dalam bentuk segar maupun kering), tetapi juga bahan olahan pemberi rasa dan aroma seperti kecap, garam, gula, cuka, taoco, mirin, kecap ikan, ebi, dll. Fungsi bumbu adalah untuk memperkaya rasa masakan sehingga terasa harum, manis, asin, gurih, asam atau pedas.

Rempah dalam dunia gastronomi eropa identik dengan sesuatu yang eksotis karena berasal dari beahan dunia bagian timur (dari bagian timur tengah sampai maluku) dan amerika latin, sungguh banyak jenisnya. Rempah tidak hanya berasal dari tanaman bagian rimpang (akar yang membesar) seperti kunyit atau lengkuas, tetapi juga dari bagian biji, buah, daun dan bahkan kulit batang. jikaberbicara tentang rempah, pada zaman dulu, rempah (baik dalam satuan maupun yang sudah dalam bentuk bumbu), disamakan dengan kekayaan. Mom’s masih ingat  dengan penjelajahan Colombus mencari dunia baru? tujuannya adalah mencari daerah penghasil rempah untuk diperdagangkan. Berbeda dengan sekarang, kini rempah sudah lebih mudah didapat dan tidak terlalu mahal sehingga memudahkan ornag untuk bereksperimen dengan resep-resep dari mancanegara lainnya.

PENGOLAHAN REMPAH

Ada dua akibat yang ditimbulkan dari pemakaian bumbu dan rempah pada makanan, yaitu menimbulkan aroma yang menggiurkan sehingga membangkitkan selera makan. untuk mendapatkan efek bumbu dan rempah yang kuat, pemilihan bahan bumbu dan rempah perlu diperhatikan. Untuk rempah kering yang berasal dari buah atau biji, beli dalam keadaan utuh, sebab buah atau biji akan menyimpan aroma lebih lama dibandingkan dengan yang bubuk. pilih juga buah atau biji yang tidak retak, mulus, serta tidak berbau apek. sedangkan untuk bumbu dan rempah segar, pilih yang benar-benar segar.

Untuk mengeluarkan aroma dari bumbu dan rempah kering atau segar adalah dengan menggilingnya hingga halus. caranya bermacam-macam. ada yang menggunakan penggiling tangan, misalnya pepper mill, blender listrik, atau cobek. yang perlu diperhatikan adalah giling bumbu dan rempah seperlunya saja, sisanya simpan dalam keadaan utuh supaya aroma bumbu dan rempah tersebut tidak hilang. bila menghaluskan rempah dengan menggunakan blender, gunakan minyak untuk membantu kerja blender jika bumbu yang dihasilkan akan ditumis. tapi bila bumbu yang dihasilkan akan direbus, cukup gunakan air.

Lain lagi dengan bumbu atau rempah yang berbentuk biji seperti biji pala dan kapulaga, supaya aromanya keluar, bumbu tersebut harus dimemarkan hingga pecah bukannya dihaluskan. supaya bumbu tidak berantakan setelah dimemarkan, masukkan dalam kantong plastik dan pukul-pukul hingga butirannya pecah.

Beberapa jenis rempah seperti jintan, ketumbar atau adas harus disangrai terlebih dahulu agar harum. caranya wajan dipanaskan tanpa minyak , lalu dimasukkan rempah dan disangrai hingga aroma harumnya keluar. Sebelum disimpan, rempah didinginkan dahulu agar tidak lembek selama penyimpanan.

PENYIMPANAN BUMBU DAN REMPAH

Bumbu dan rempah kering dapat disimpan dalam wadah tertutup rapat terbuat dari plastik, kaca atau keramik, dan letakkan ditemoat yang kering. Bumbu dan rempah kering akan tahan selama beberapa bulan atau mungkin hingga satu tahun. bumbu dan rempah bubuk biasanya lebih cepat hilang aroma harumnya jika dibandingkan bumbu dan rempah yang didimpan dalm bentuk utuh. jika da bumbu dan rempah yang mulai membusuk, segera buang atau pisahkan dari bumbu dan rempah yang baik agar tidak merusak bumbu dan rempah lainnya.

Penyimpanan bumbu dan rempah segar dapat dilakukan dalam lemari pendingin. caranya dibungkus dengan kertas, simpan didalam lemari pendingin agar tidak kehilangan kelembabannya. sedangkan untuk serai, daun kari, atau daun jeruk purut dapat dimasukkan dalam plastik dan diletakkan didalam lemari es.

Bumbu dan rempah juga dapat dibekukan. caranya bumbu dan rempah yang telah dihaluskan dimasukkan dalam plastik dan simpan dalam lemari pembeku.  untuk menggunakannya kembali, diamkan bumbu di suhu kamar hingga mencair dan sehingga dapat digunakan dalam masakan (Modifikasi dari:Bumbu dan rempah; Bonus Femina No. 26/XXXI.26 juni- 2 jui 2003)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s