Bilur Rindu Untuk Ibu

Merindumu malam ini
puncak resah pertengahan malam
Bulir bening jatuh di pipiku

Kuingin belaimu saat ini
Seperti biasa di malam sebelumnya
Sandarkan kepala di pangkuanmu
dan sekali waktu ingin kubisikkan
“karenamu, aliran darah belum kuhentikan dari nadiku”

Kuingin hadirmu detik ini
Resahku ingin wujudmu
Bukan selembar kertas
dan karena merindumu jiwaku melirih
‘Aku tak ingin nafas terhenti sebelum menemuimu”

Rinduku mencabik hati
Tapi ku yakin kau rasa resahku
Temui aku ibu,…..
Besok pagi, meski hanya diwakili suaramu

Makassar, 4/10/2003

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s